Ternyata Saya Masih Hidup Tanpa Whatsapp


Alhamdulillah,di pagi nan cerah ini masih diberikan nikmat kesehatan oleh Allah subhana wa ataa ‘alaa.Hingga masih bisa sedikit mendudulkan jari di atas layar android tiongkok ini.

Dalam kesempatan ini saya akan membahas mengenai masalah yang sudah terasa beberapa waktu terakhir ini.Bisa jadi hal ini sudah pertanda bagi saya untuk mengurangi kegiatan virtual di dunia maya.Apalagi dengan aplikasi punyanya om zuckerberg yang semakin lama terasa seakan seperti mesin genjutsu..menghapuskan batas antara dunia kenyataan dengan dunia virtual.
Meskipun awalnya sih tidak sengaja.Pertama diawali dengan rusaknya tombol power di Nokia 520 the legend continous..alhasil langsung berdampak susahnya buat sekedar membangunkan handset ketika sudah tidur,alias terkunci.Rupanya berhasil mengurangi jatah online sekitar 10% dari total waktu keseharian berinteraksi di dunia maya..Kok bisa dapat angka segitu?Yah namanya juga ngawur,xixixi….

Nah,ketidaksengajaan berikutnya malah lebih tak disangka lagi.Ketika pulang kampung sebelum puasa,eh si Nokia 520 malah diminta penghuni rumah buat ditinggalkan.Sudah tombol power rusak,jaringan internet terhalang pohon salak,eh malah disuruh ninggal.Buat mainan burung ngamuk katanya..Alhasil kegiatan beronline berkurang lagi jadi sekitar 50%..

Apa yang terdampak signifikan dalam kasus ini?Wow,yang banget sih di whatsapp saudara-saudara sebangsa dan setanah air..Meskipun cuma punya tiga grup whatsapp,dua diantaranya pun orangnya itu-itu juga,rupanya langsung terdiam seribu bahasa…hahaha…Meski sekali dua kali dibuka pas ada wi-fi tethering,yah langsung hapus chat saja karena terlalu banyak yang masuk…xixixi…

Pasca lebaran,malah kegiatan whatsapp-an ini sudah beneran tergerus,palingan cuma pakai akun nyonya sekali dua kali buat pengganti sms selama tidak punya pulsa..Dan kegiatan virtual dialihkan ke facebook dan browsing hal-hal lainnnya pakai hape nyonya…bathu kalau dalam bahasa jawanya..Yah,biar agak romantis sedikitlah..Toh selama ini ga ada yang ditutupi.Biar ngirit juga aslinya…
Cuma,kemarin nemu aplikasi pengganda aplikasi android seperti artikel sebelum ini.Eh,tergoda deh buat menjajal whatsapp lagi.Siapa tahu ada yang mau nikah lagi.Tapi eh tetapi,kok sekarang jadi beda ya..Entahlah,apa cuma perasaan saya semata,tapi kok notifikasi saat normal kok jarang muncul.Tidak seramai sebelum Nokia 520 eksis mencari alasan dulu..Jam segini saja masih belum pada nongol tuh 😀

Duo mawut grup whatsapp.Alhamdulillah sudah waras semua…

Alhamdulillah deh..bisa jadi para penghuni grup yang waras ataupun setengah waras sudah merasakan perihal yang sama.Sudah merasa bosan dan jenuh…Atau malah kurang bahan bakar buat diperdebatkan lagi ya..atau malah kekurangan kuota gegara dioper buat pulsa elektrik PLN..

Pelajaran yang bisa saya petik dari ini,sengsara membawa nikmat.Sengsara karena kehilangan hape buat online,tapi mendapatkan ketenangan dapat rehat sejenak dari dunia bincang-bincang nan ramai di grup.

Target selanjutnya sih facebook,meskipun dulu juga sempat hapus akun juga.Saya berkeyakinan hidup tanpa whatsapp dan facebook itu masih bisa.

Doakan semoga bisa,biar tidak kecanduan parah.Masak harus menunggu fatwa haram MUI buat bisa mengatur pemakaian.Eh…

Demikianlah,wassalamualaykum wa rahmatullahi wa barokaatuh..

2 thoughts on “Ternyata Saya Masih Hidup Tanpa Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s