Arsip Penulis: lekdjie mumet-ndhase.com

Tentang lekdjie mumet-ndhase.com

kurang piknik,perlu banyak jalan-jalan..

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Car Free Day Kab.Karanganyar Tenteram

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh..

Bagaimana saudara?Apakah sampeyan masih diberikan nikmat hidayahNya hingga tetap kuat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan tahun ini.

Nah,dalam rangka mengisi kegiatan bulan puasa biar lebih barokah,kali ini saya ketengahkan agak ke pinggir sedikit tentang cara baik dan benar buat bayar pajak kendaraan bermotor di kawasan kabupaten karanganyar tenteram,sebuah tempat kabupaten yang sangat susah buat menjelaskan dimana daerah tersebut kalau sampeyan seorang perantau di planet bekasi.Soalnya sih,nama Karanganyar sangatlah mainstream,yang paling ngehits malah daerah timurnya kebumen itu.Yah,ujungnya sih tetap bawa nama kotanya bapak joko widodo biar ketahuan-sebelah timurnya kota solo.

Oke,langsung saja ya.Caranya cukup mudahlah.
1.Datang langsung ke Car Free Day alias hari bebas kendaraan bermotor di daerah Alun-Alun Karanganyar.Nah,tempatnya buat bayar pajak ini di depan kantor Samsat,deket Kodim sam BRI.Kalau hari kerja ya bayarnya di kantornya,tapi kalau di hari minggu,ada mobil samsat online parkir di pinggir jalan.
2.antri,sambil serahkan stnk sama kartu pengenal yang diakui seperti KTP atau SIM.Terus tunggu deh.Jangan kaget kalau antriannya lumayan.Soalnya mengambil momen pas banyak orang berkumpul.
kalau pengalaman kemarin sih kebetulan ngambil waktu pas mau penghabisan,sekitar jam 9 pagi..
3.setelah dipanggil bapaknya,bisa deh langsung bayar.
tapi jangan kaget kalau besarannya jadi agak gedhean dikit duitnya,entah dari nambah besar pajaknya atau karena saya yang kena denda.maklum masih kurang tertib sayanya,xixixi…

Oh,ya..Bayar pajak kendaraan sistem online di Car Free Day ini cuma bisa dilakukan buat perpanjangan sajalah lo.Tidak bisa buat pajak 5 tahunan atau ganti plat istilahnya.

Tapi cukuplah buat solusi sampeyan yang taat pajak sebagai bagian warga negara tanpa harus mengorbankan waktu kerja di perusahaan anda.Ga harus ambil cuti.Toh,kalau ga sempat juga,bisa minta tolong saudara yang dekat situ,asal KTP/SIM sesuai dengan STNK-nya.

Semoga berguna.
Terutama buat mas eko satuaspal.com atau lek jahe remcakram.com

Wassalamualaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Sendal Bolong

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh..

Alhamdulillah,kita bisa berjumpa lagi dalam kesempatan yang berbahagia ini.Semoga sholawat dan salam senantiasa kita panjatkan untuk junjungan kita,teladan kita,Rasulullah Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam..

(la kok jadi mirip khutbah jumat ya…)

Saudara-saudara pemirsa blog yg sedang mode gratisan ini-semoga Alloh beri hidayah dan rejeki yang melimpah bagi anda semua-dalam hidup ini,tak ada yang bisa lepas dari musibah ataupun malapetaka.Pun demikian juga dengan anugerah,kenikmatan dan kesenangan dalam konteks yang sebaliknya.Ada suka ada duka.Ada sedih ada gembira.

Demikian pula dalam kisah persendalan saya ini.Pada awalnya,semua nampak baik-baik saja.Beli sendal bermerek Fei Ma type sport ini sekitar 7 purnama yang lampau.Ditilik dari mereknya,tentulah saja produk olahan plastik (campur karet kagak ya?!) ini hampir mustahil dibuat di negeri padang pasir,Arab Saudi yang kemarin rajanya main ke negeri ini.Secara eksplisit,dari namanya mengingatkan nama-nama yang tidak asing semisal Faijiang atau Wong Fei Hung..bukan Wong Gem Blung,catat itu,pakai tiga point sama tiga tanda penthung.Yup,buatannya para pekerja dari negeri panda,Tiongkok yang bahasa internasionalnya China.Tentu saja hal ini sempat mengaduk-aduk kebatinan saya (saat ini sih,waktu nulis artikel ini ..kalau pas beli mah kagak peduli lah…) apakah hanya sendal saja saya harus pakai buatan impor?Duh,benar-benar membuat hati galau gundah gulana tiada kata…(biar lama,biar terlihat panjang artikelnya..) meskipun akhirnya harus saya relakan duit sekitar Rp 35.000,- buat menebusnya..Alasan yang reasonable tentunya yang utama,harga,dan yang kedua model.Dengan harga setara,rupanya model ini yang sanggup menggelitik kalbu buat meminangnya.

Akhirnya,setelah tujuh bulan dikaryakan dengan seksama dalam kondisi ekstrem panas hujan becek masih ada gojek..lama-lama tergerus juga bantalan bawahnya.Ibarat kata seperti halnya ban bridgestone-nya Ducati GP16 punya Ianonne dulu yang amburadul dimakan aspal,sendal itupun sekarang menjadi menipis..lalu menipis dan menipis hingga akhirnya bolong di tengahnya..tampak seperti Hokage Pertama Hashirama Senju waktu nemu daun bolong buat nama desa Konohakure.Emejing gaes…

Bagaimanakah impresinya setelah mendapat tambahan lubang sirkulasi udara di tengah tersebut?

1.tentu saja grip sendal semakin berkurang,membuat saya sempat terpeleset beberapa kali..

2.adanya lubang membuat fungsi sendal seperti sedotan saat melewati kubangan air..seperti hukum kimia itu,air disedot oleh gaya vakum yang dihasilkan dari telapak kaki dan alasnya..sukses membuat lantai seperti…ya gitu deh…pating tlepok ga karuan..untung saya orangnya cuek deh..xixixi..dan untungnya lagi (jadi,karena bolong sendalnya saya jadi untung dua kali) telapak kaki saya nggak dimakan rang,atau kalau orang bule bilangnya kutu air..

3.adanya lubang membuat sebagian telapak kaki mengadakan kontak langsung dengan kontur tanah atau aspal..asumsi saya,hal ini malah menjadikan terapi tersendiri..karena tak terasa,sudah lama sekali saya tidak berjalan secara nyekeran..
Lalu apakah terapi ini bisa membuat saya lebih sehat?Silahkan diinvestigasikan secara komprehensif dari tulisan ini.
Dari kasus bolongnya sendal,mungkin ini bisa jadi inspirasi kreatif buat anda untuk menciptakan model sendal terbaru yang terdapat banyak lubang di bawahnya,terus diberi keterangan sendal terapi kesehatan terbaru dan paling mutakhir..
Jangan lupa kalau sukses,royalti 5% saja buat saya.

Tapi,secara hukum ketetapan alam di dunia fana,bahwasanya tak ada yang abadi,termasuk sendal ini.Sudah saatnya dan telah tiba masanya buat diistirahatkan secara permanen dari tugasnya mengantarkan pemilik kemana berjalan.Ada yang hilang,ada pula yang datang.Satu sisi telah terhapus,tinggalkan perih..satu sisi telah terlahir,memecah sunyi..begitu Arie Lasso dulu berkata.Dan,pada akhirnya yang mudalah yang menggantikan yang tua-tua,biar hidup terus berjalan seperti adanya.

Tentunya sampeyan berfikir,kenapa bisa ada artikel tentang sendal bolong ini kan?!Nggak?ya sudah..gapapa,biar saya yang berkisah sahaja.Sendal bolong,dua kata ini mengingatkan saya pada seseorang.Penyuka warna kuning,punya motor warnanya kuning (dan ternyata kerjanya juga ga jauh dari pengusaha yang identik dengan partai politik yang kuning-kuning gitu..*dikeplak pakai busi tiga biji* ).Dulu sempat ngehits dengan nickname SENDAL BOLONG saat jamannya komentar di blog melebihi ramainya curahan hati di grup Facebook.Nah,kebetulan sendal saya mendapatkan anugerah kebolongan,jadilah saya teringat pada beliau..Semoga Alloh beri beliau umur panjang,sehat jasmani dan rohani,rejeki yang melimpah dan tambahan dua istri lagi….amiin..

Demikian sekilas unek-unek dari saya.Kalau ada benarnya itu dari Alloh Azza wa jalla,kalau salah harap distrip atau ditipex saja.Mohon maaf bila ada salah-salah kata,karena yang sempurna itu lima setelah empat sehat.

Wabillahi taufik wal hidayah wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh..

“mugi² Gusti Alloh Ingkang Maha Kuwaos paring berkah pangastuti dumateng panjenengan sami sakaluarga”

Dikirim dengan sepenuh cinta lewat Lumpia 520

D.I.A.M

diam itu pilihan kan ya.memilih buat tidak ikut berisik di tengah orang-orang yg teriak-teriak.memilih untuk menikmati suara dari orang-orang yg berbicara lantang.memperhatikan,menganalisa dan mencari maksud dari suara-suara itu.sebab,jika tidak diam,lalu malah bersahut-sahutan dengan suara yang sama kerasnya,siapa yang harus ndengerin dong ya.

bisa jadi,diam itu tandanya orang jadi dewasa.seperti orang tua yang diam ndengerin anaknya yang masih tk berceloteh,eh jadi ga asyik dong ya.atau seperti laki-laki yang diam saja ndengerin ceweknya curhat-lalu digampar kanan-kiri.atau seperti pak guru yang tiba-tiba diam,ngambek ngajar karena seisi kelas berubah jadi pasar tumpah.atau diamnya karyawan di depan amarah bos yang berapi-api,sebuah pilihan yang sangat dewasa sekali dalam rangka menegakkan keutuhan rumah tangga (bahaya kan kalau dipecat mama di rumah karena dipecat bos,hiyyyy)…

diam itu antimainstream di jaman digital sekarang ini.sebuah hal yang susah banget dilakukan.menahan diri buat bikin status di Facebook,upload foto di instagram,ngerumpi di whastapp atau bahkan nggerunthel di blog seperti saya sekarang ini,bagaimana mungkinlah.belum lagi kalau nemu berita panas,serasa geregetan deh buat segera mungkin ngelempar di beranda.biar dikomen,terus di like dan disebarkan.betapa puas hati ini.apalagi kalau jadi viral dan bikin polemik di ranah dunia maya…lalu nambah teman,follower,fans berat..berasa jadi artis kan ya…kereeen….

bisa jadi diam itu pilihan.tapi pilihan kedua,ketiga atau pilihan terakhir.karena itu,diam cuma sebuah alternatif.pilihan lain jika sudah bosan dengan kebisingan dalam hidup.pilihan buat memposisikan diri,sudah pantaskah buat berbicara di depan orang.sebuah pilihan buat menikmati hidup juga,dan tentunya pilihan untuk menjadi lebih dewasa.

bener ga ya?

embuhlah..

“mugi² Gusti Alloh Ingkang Maha Kuwaos paring berkah pangastuti dumateng panjenengan sami sakaluarga”

Dikirim dengan sepenuh cinta lewat Lumpia 520

I SUE YOU

Assalamualaikum wr wb

Wah,sudah lama juga ya tidak menengok warung ini.Ya,sebenarnya saya sudah putus harapan,dikarenakan di akhir tahun kemarin kontrak domain dot com disini harusnya sudah berakhir.Tapi entahlah,kenapa masih bisa eksis bahkan sampai Februari tahun ini.Entahlah,apa pihak wordpress terlalu baik hingga menambah jam tayang?Atau there is someone who give his little magic?thank you binti speak end (matur nuwun,red) lah…
**hahaha,ternyata sudah ga dot kom lagi saudara,pake mencoba setres kembali…duh,harus ngedit deh :mrgreen:

Oleh karenanya,because of that,dalam rangka memaksimalkan segala yang ada,kita lanjut saja ya dunia permumet-ndhasedotkomnya..Kebetulan nemu tema yang anti mainsetrum..

I SUE YOU.
Aku tuntut kau.

Kata-kata ini saya temukan dulu pada sebuah artikel di majalah Intisari yang bentuknya imut.Dulu ada di tempatnya bulek,cuma satu-satunya itu.Dilihat dari gambar iklannya,majalah tersebut rilis kira-kira tahun 80-an akhir lah.Dimana masih ada artikel review film barat yang tayang di TVRI sebagai the only and the One channel televis di negeri ini pada masa itu.

Secara garis besar,intinya artikel itu adalah kemunculan sebuah fenomena baru di negeri barat.Dimana banyak orang yang banyak melakukan sejumlah tuntutan ke pengadilan kepada orang yang dirasa bermasalah sebagai bentuk perlawanan.Jadi,sedikit-sedikit menuntut,sedikit-sedikit tuntut.

Menarik bagi saya,karena hal itu terjadi di era 80-an.Tren “ku tuntut kau” itu saya rasakan mulai ramai di Indonesia di sekitar akhir 90-an atau awal 2000-an lewat jalur acara gosip di tv swasta,dengan pelaku kebanyakan artis-artis dunia layar kaca.Yaaah,ketahuan deh kalau anak nineties…dengan kekuatan bulan,akan menghukummu!!Ada jarak lebih dari 10 tahunlah…dengan media berupa televisi..Dan,di mana masa media digital dunia maya internet plus Mobile Phone seluler,fenomena tuntut-menuntut sudah merambah ke konsumsi publik secara umum.Dilihat dari maraknya Facebook,twitter,blog dan lain sebangsanya,yah kira-kira berjarak 10 tahunan juga.

Dari awalnya di negeri asalnya sampai kesini berjarak 20 tahunan….

Terus maksudnya tulisan ini apa ya?

Ya ga tau juga…wong nulisnya juga semaunya wek…Begini.Di kepala saya,ternyata kita-kita sini itu ternyata sangat welcome sekali kepada budaya-budaya aneh yang munculnya di negeri seberang.Sebagai misal,budaya menuntut itu.Dulu di pelajaran PMP dan PPKn yang nilai pelajarannya selalu bagus sering dibilangin,kalau ada masalah itu diselesaikan dengan musyawarah mufakat,lebih baik mengalah,tenggang rasa,tepo Seliro sebagai warisan budaya negeri yang (katanya) luhur dan mulia.Namun pada realitasnya,kebanyakan masalah harus selesai di meja persidangan,itu bahkan sampai di tingkat paling tinggi dengan mengorbankan waktu,biaya dan tenaga yang tak sedikit..sedang masalah yang dihadapi di persidangan,kalau boleh saya bilang bukanlah masalah yang,hmmmm,yang penting-penting amat deh..bahkan terkesan sepele sih..

Nah,sekarang ending tulisan ini kemana ya?

Dari perbandingan tersebut,kira-kira lebih baik mana,budaya sendiri atau budaya adaptasi dari luar?

Jika budaya sendiri,kenapa kok sekarang jarang dipakai?apakah kurang tegas dalam melindungi hak-hak pribadi?Atau jika budaya luar yang lebih banyak dipakai,apakah hal itu menunjukkan sebuah kebaikan?dimana seringnya terlihat seperti membesar-besarkan masalah yang sepele,bukan semaradona atau sezlatanibrahimovic..

Tentunya banyak hal yang perlu diselidiki lagi..Dan satu hal lagi,peran media memang luar biasa ya.

Yah,namanya juga budaya,seiring waktu berubah sesuai dengan perkembangan pemikiran dan lingkungan.Karena interaksi dengan berbagai macam jenis manusia yang tentu kepala juga lebih banyak isinya.

Iya to..iya to…

Malah mumet-ndhase dewe kie…

“mugi² Gusti Alloh Ingkang Maha Kuwaos paring berkah pangastuti dumateng panjenengan sami sakaluarga”

Dikirim dengan sepenuh cinta lewat Lumpia 520

Wassalamualaikum wr wb.