Arsip Tag: curhat

D.I.A.M

diam itu pilihan kan ya.memilih buat tidak ikut berisik di tengah orang-orang yg teriak-teriak.memilih untuk menikmati suara dari orang-orang yg berbicara lantang.memperhatikan,menganalisa dan mencari maksud dari suara-suara itu.sebab,jika tidak diam,lalu malah bersahut-sahutan dengan suara yang sama kerasnya,siapa yang harus ndengerin dong ya.

bisa jadi,diam itu tandanya orang jadi dewasa.seperti orang tua yang diam ndengerin anaknya yang masih tk berceloteh,eh jadi ga asyik dong ya.atau seperti laki-laki yang diam saja ndengerin ceweknya curhat-lalu digampar kanan-kiri.atau seperti pak guru yang tiba-tiba diam,ngambek ngajar karena seisi kelas berubah jadi pasar tumpah.atau diamnya karyawan di depan amarah bos yang berapi-api,sebuah pilihan yang sangat dewasa sekali dalam rangka menegakkan keutuhan rumah tangga (bahaya kan kalau dipecat mama di rumah karena dipecat bos,hiyyyy)…

diam itu antimainstream di jaman digital sekarang ini.sebuah hal yang susah banget dilakukan.menahan diri buat bikin status di Facebook,upload foto di instagram,ngerumpi di whastapp atau bahkan nggerunthel di blog seperti saya sekarang ini,bagaimana mungkinlah.belum lagi kalau nemu berita panas,serasa geregetan deh buat segera mungkin ngelempar di beranda.biar dikomen,terus di like dan disebarkan.betapa puas hati ini.apalagi kalau jadi viral dan bikin polemik di ranah dunia maya…lalu nambah teman,follower,fans berat..berasa jadi artis kan ya…kereeen….

bisa jadi diam itu pilihan.tapi pilihan kedua,ketiga atau pilihan terakhir.karena itu,diam cuma sebuah alternatif.pilihan lain jika sudah bosan dengan kebisingan dalam hidup.pilihan buat memposisikan diri,sudah pantaskah buat berbicara di depan orang.sebuah pilihan buat menikmati hidup juga,dan tentunya pilihan untuk menjadi lebih dewasa.

bener ga ya?

embuhlah..

“mugiĀ² Gusti Alloh Ingkang Maha Kuwaos paring berkah pangastuti dumateng panjenengan sami sakaluarga”

Dikirim dengan sepenuh cinta lewat Lumpia 520